Repotnya Hijrah ke Sekolah Negri DKI

E-mail Print PDF

Active ImagePendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. Demi menyongsong masa depan yang lebih baik, setiap keluarga menaruh perhatian yang sangat besar kepada prestasi putra-putrinya di sekolah.

Selain dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga memegang peranan yang sangat penting dalam penanaman nilai-nilai hidup. Kualitas yang baik dari para pendidik dan teman-teman satu sekolah yang memiliki nilai positif dalam pergaulan menjadi idaman para orang tua dalam menitipkan anaknya untuk belajar di sekolah.

Seperti yang telah kita ketahui, secara umum ada dua jenis sekolah yang berada di lingkungan kita. Sekolah negri dan sekolah swasta. Sekolah negri memiliki karakter yang sangat berbeda dari sekolah swasta. Terlepas dari kualitas pendidikan, biaya pendidikannya cenderung lebih murah. Faktor inilah yang memicu mengapa sekolah-sekolah negri unggulan di DKI jakarta menjadi incaran. Murah dan bagus! begitu sempurna.

Karena pertumbuhan penduduk ibukota yang semakin pesat, lahan untuk tempat tinggal yang layakpun menjadi terbatas. Banyak warga DKI yang pada awalnya bertempat tinggal di tengah kota memilih untuk pindah ke daerah penyangga Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dengan semakin meratanya pembangunan, semakin hari kualitas hidup di daerah penyangga ibukota ini semakin baik, bahkan bisa lebih unggul jika dibandingkan dengan area tertentu di tengah kota yang semakin sesak dan kumuh. Para perusahaan developer perumahan ternama pun melirik peluang ini untuk membangun kawasan tempat tinggal yang berkualitas, bahkan ada yang mengklaim sebagai kota mandiri yang artinya sudah tidak ada ketergantungan lagi dengan sarana di ibukota DKI Jakarta. Para pekerja atau eksekutif muda yang baru membangun rumah tangga menjadi target utama mereka. Tetapi bagaimana dengan sarana pendidikan untuk putra-putri mereka?

Hampir setiap perusahaan developer menyediakan fasilitas pendidikan di dalamnya. Dari taman bermain kanak-kanak hingga sekolah setingkat SMU. Walau kualitas pendidikan dari sekolah-sekolah yang dikelola oleh swasta tertentu tidak diragukan lagi mutunya, sekolah swasta tadi cenderung lebih eksklusif dan sangat tinggi biayanya dibanding sekolah negri. Bagaimana jika para orang tua siswa ingin memasukkan putra-putrinya ke sekolah negri? Apakah kualitas pendidikan sekolah negri di daerah penyangga ini bisa terjamin?

Kualitas pendidikan di sekolah negri sekitar daerah penyangga ibukota bermacam-macam. Ada yang sejak dulunya menjadi sekolah unggulan di daerahnya, tetapi ada juga yang kondisinya kurang baik. Salah satu cara bagi para orang tua siswa adalah memindahkan sekolah anaknya ke sekolah negri unggulan di DKI yang paling dekat lokasinya dengan tempat tinggal. Pertimbangan jarak tempuh dan kualitas jasa transportasi umum yang cukup memadai menjadi faktor yang menentukan.

Selain dari pertimbangan kualitas sekolah negri di sekolah asal, ada beberapa alasan lain mengapa para orang tua siswa memilih untuk memindahkan sekolah putra-putri mereka. Kepindahan dinas orang tua ke wilayah DKI, pindah tempat tinggal ke wilayah DKI, sampai masalah biaya pun menjadi alasan. Seperti janji pemerintah, sekolah negri di DKI adalah Gratis!

Di wilayah Cengkareng, tempat pendaftaran bagi siswa SD dari luar DKI yang ingin mutasi ke SMP negri di DKI Jakarta rayon 5 adalah di SMPN 45, Jl Utama Raya. Sekolah ini ditunjuk oleh Departemen Diknas untuk melayani proses pendaftaran dan administrasi ujian masuk. Walau menurut informasi bahwa hanya 5% yang pasti diterima, semangat para orang tua siswa tidak terpengaruh untuk mencoba mendaftarkan putra-putrinya. Jika dikalkulasi, peluang diterimanya para siswa cukup kecil. Menurut informasi yang didapat, untuk rayon 5 di daerah sekitar Cengkareng, siswa yang mendaftar berjumlah kurang lebih 1,600 siswa, maka jumlah siswa yang berasal dari luar Jakarta yang akan diterima di satu rayon adalah hanya 80 orang siswa saja. Atau jika satu sekolah menerima jumlah siswa baru sebanyak 250 siswa, maka siswa dari luar DKI yang diterima hanya 13 siswa saja dalam satu sekolah.

Ada beberapa persyaratan penting yang dibutuhkan dalam pendaftaran mutasi sekolah ini antara lain yaitu membuat surat keterangan pindah dari sekolah asal. Selain itu para orang tua siswa diharuskan membuat surat keterangan domisili dari kelurahan setempat yang menyatakan bahwa benar orang tua atau sanak saudaranya tinggal di wilayah DKI Jakarta. Setelah mengisi formulir pedaftaran dan mengambil nomor ujian pada hari berikutnya, siswa siap mengikuti ujian seleksi. Ujian seleksi ini dilaksnakan pada sekolah-sekolah yang dipilih oleh Diknas. Hasilnya akan diumumkan satu minggu kemudian.

Suka atau tidak suka, para orang tua siswa harus rela meluangkan waktunya untuk mengurus kepindahan putra-putri mereka ini, bahkan ada beberapa dari mereka yang istrinya bekerja harus izin meninggalkan pekerjaannya. Mendaftar di loket, mengisi formulir, mengambil nomor ujian, semua prosedur ini harus dijalani. Jika tempat tinggal sedikit jauh atau memakan waktu dari lokasi ujian saringan masuk, sebagian siswa memilih untuk menginap di tempat tinggal sanak saudara terdekat dengan lokasi ujian selama satu malam agar keesokan paginya mereka dapat mengikuti ujian dengan suasana fresh.

Beruntunglah bagi orang tua siswa dimana ada sekolah asal yang menawarkan jasa pengurusan proses mutasi ini. Demi menghemat waktu dan tenaga, orang tua siswa pun rela untuk mengganti uang transport dan lain-lainnya.  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, proses seleksi untuk mutasi sekolah siswa ke sekolah negri di DKI ini lebih terlihat ketat. Mungkin ini ada hubungannya dengan kualitas belajar mengajar, dimana jumlah siswa yang diterima tidak boleh melebihi jumlah kursi yang tersedia di sekolah. Semakin sedikit jumlah siswa dalam satu kelas akan semakin efektif proses belajar mengajar di sekolah.  

Bersyukur pulalah bagi para orang tua siswa yang berdomisili ibukota seperti Cengkareng ini. Pastinya Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam memilih sekolah negri dan merasakan repotnya mengurus hijrah putra-putri Anda ke sekolah negri di wilayah DKI.

  • AA/AS
Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Saturday, 19 April 2008 02:13 )  
Banner