Rasa aman adalah suatu kebutuhan manusia dimanapun dia berada. Apalah artinya hidup tanpa ketentraman. Tapi, sayangnya di kota besar seperti Jakarta, rasa aman menjadi barang langka dan harga sebuah keamanan begitu mahalnya
Jika dilihat dari tayangan khusus kriminalitas di televisi atau di surat kabar, tidak jarang terlihat wilayah Cengkareng tampil sebagai daerah yang memiliki ranking angka kriminalitas cukup tinggi. Mengapa demikian?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi wilayah kita seperti itu. Faktor yang pertama penyebabnya adalah anak tiri. Minimnya perhatian pemerintah masa lalu. Cengkareng dahulunya dianggap daerah yang jauh dari peradaban. Malah ada teman-teman kita yang bertempat tinggal di luar Cengkareng menyebut tempat ini sebagai tempat Jin buang anak. Dulu, perhatian pemerintah dalam membangun infrastruktur di daerah kita ini sangat rendah. Jalan raya yang berlubang dan sempit, jaringan kabel telepon yang langka, fasilitas kesehatan yang buruk, fasilitas pendidikan yang memprihatinkan dan lain sebagainya merupakan pemandangan biasa. Tapi, pada era itu di tanah air, pemerataan pambangunan adalah hal yang hanya ada di awang-awang saja.
Faktor kedua adalah kondisi geografis Cengkareng di pinggir Ibukota sebagai daerah yang nyaman bagi para kaum urban. Begitu banyaknya pendatang baru yang menetap dari daerah-daerah di Indonesia yang (juga) miskin untuk mengadu nasib di Jakarta. Jika di tengah kota lowongan kerja sangat sulit dicari, di wilayah ini, dimana sejak satu dekade lalu tumbuh beberapa industri manufaktur yang membutuhkan ribuan tenaga buruh yang sama sekali tidak menuntut keahlian dan pendidikan tinggi, para pendatang memilih menetap dan bekerja. Teman atau saudara di kampungpun diajak untuk turut mengadu nasib. Bagaimanapun juga, suka tidak suka, Cengkareng termasuk Ibukota negara Republik tercinta. Jelas gengsinya.
Tapi……………. itu masa lalu. Sekarang, karena begitu terbatasnya lahan di Jakarta, wilayah kita ini mulai dilirik oleh para pengembang terkemuka untuk membangun pemukiman baru. Terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat dari wilayah tetangga yaitu provinsi banten, prestisiusnya memiliki KTP DKI mendorong para pendatang untuk tinggal di sini. Mal-mal dan pusat belanja modern sudah hadir. Siswa sekolah dasar hingga pedagang nasi goreng keliling sudah bisa menggenggam telepon selular. Ingin pergi nongkrong ke tempat gaul tidak harus ke Blok M lagi. Lalu apa kita sudah merasa aman di ’kampung’ kita sendiri?
Pendatang baru di Cengkareng ini umumnya memiliki taraf hidup jauh lebih tinggi dan kuantitasnya bertumbuh sangat pesat, sehingga hal ini memiliki resiko adanya sedikit kecemburuan sosial. Adanya masalah perbedaan inilah jika tidak disikapi dengan bijak oleh warga kita akan timbul masalah yang lebih besar. Walau kesulitan ekonomi tidak harus menjadi alasan untuk bertindak kriminal, tetapi itulah yang menjadi alasan utama.
|
Dalam kaitannya dengan issue keamanan, ternyata pemerintah daerah telah berupaya membangun sarana umum yang melayani fasilitas keamanan, seperti didirikanya dua Polsek, yaitu di daerah Cengkareng dan daerah Kalideres. Komando Rayon Militer atau sering disingkat Koramil yang berfungsi sebagai komando teritorial di tingkat paling rendah yaitu kecamatan ini juga hadir di lokasi Perumahan Citra Garden I.
|
Cengkareng.info berkunjung ke tempat salah satu anggota senior Citra Bhayangkara wilayah Cengkareng, bapak Heri, untuk lebih akrab berkenalan secara pribadi dan organisasi. Bapak dua anak dengan nama asli Antonius Heryanto Siswanto kelahiran Slawi 51 tahun lalu ini juga penggemar berat skuter vespa dan sudah tinggal di wilayah Cengkareng sejak tahun 1976 silam. Ada yang bisa membayangkan bagaimana keadaan wilayah kita pada waktu itu? Sejak tahun itu pula beliau sudah menjalankan usahanya hingga sekarang, Biro Jasa.
![]() |
Menurut beliau pula, tindakan yang dilakukan jauh berbeda dibanding dengan aparat. Citra Bhayangkara masuk ke masyarakat lebih dengan rasa kekeluargaan dan musyawarah yang kental. Misalnya saja ada suatu kasus pencurian televisi, dimana di tempat itu ada saksi mata, pelaku, bukti dan korban. Faktor ini sudah bisa menjadikan suatu perkara di kepolisian. Tetapi anggota organisasi ini mencoba memecahkan masalah dengan kekeluargaan dengan membawa pelaku ke pos RW terdekat. Di sini apapun bisa dibicarakan dari masalah penggantian ganti rugi atau apapun yang menjadi jalan terbaik antara kedua belah pihak.
Fungsi nyata yang lain adalah sebagai sumber informasi yang menghasilkan solusi keamanan dan ketertiban. Masalah kemacetan atau kesemerawutan lalulintas di wilayah sekitar, informasi kecelakaan jalan raya, titik-titik rawan kejahatan hingga narkoba bisa didapatkan. Ketika Cengkareng.info bertanya tentang tempat paling rawan kejahatan di Cengkareng, Pak Heri mengatakan ada dua titik, yaitu di sekitar perempatan Ramayana Cengkareng dan Pasar Hipli Semanan.
Pak Heri menjelaskan pula kepada Cengkareng.info akan keberadaan pos polisi di lingkungan kita. yaitu,
| Polsek Cengkareng | Lokasi Pos Polisi |
| Kelurahan Cengkareng Barat | Pasar Cengkareng |
| Kelurahan Cengkareng Timur | tidak punya |
| Kelurahan Kapuk | Jl Mangga Ubi |
| Kelurahan Kedaung Kl Angke | tidak punya |
| Kelurahan Rawa Buaya | tidak punya |
| Kelurahan Duri Kosambi | Jl Raya Duri Kosambi |
| Polsek Kalideres | Lokasi Pos Polisi |
| Kelurahan Semanan | TSI |
| Kelurahan Pegadungan | Citra 2, dekat gereja Yesus Kr. |
| Kelurahan Tegal Alur | Jl Raya Kamal, depan kelurahan |
| Kelurahan Kamal | Lingkungan 3 dekat TPU tegal alur |
| Kelurahan Kalideres | di dalam terminal kalideres |
Sebagai informasi tambahan, selain melapor ke pos polisi terdekat, dalam ruang lingkup yang lebih luas para warga bisa melaporkan kejadian apapun yang membutuhkan perhatian aparat kepolisian dengan mengunjungi situs Kepolisian Republik Indonesia dan menulis laporannya di bagian laporan masyarakat. Jangan khawatir, data diri Anda dirahasiakan dan dilindungi.
Ketika Cengkareng.info bertanya apakah keanggotaan Citra Bhayangkara terbuka bagi masyarakat luas dan bagaimana caranya mendaftarkan diri, Pak Heri menambahkan ”Kami membutuhkan kader-kader anggota yang tergerak untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita. Siapapun dari RT, RW dan masyarakat yang merasa peduli akan keamanan lingkungan kita sendiri di Cengkareng silakan bergabung. Jika tertarik, silakan menghubungi di nomor saya atau silakan berkunjung ke kediaman saya di Jl Raya Kamal No.1E RT 11/9 Tegal Alur ”.
“Dengan akrabnya Pak Heri dengan masalah keamanan dan ketertiban dimana hal itu bisa sedikit banyaknya mengancam jiwa Bapak, apakah bapak tidak merasa terganggu?”, kami tidak bisa menahan rasa ingin tahu. Ayah yang putranya sedang menuntut ilmu kepasturan di Muntilan Jawa Tengah ini menjawab, “Saya percaya sekali dengan tuhan yang setiap saat bisa melindungi saya. Kegiatan apapun jika dilandasi sebuah niat yang baik pastinya akan berbuah kebaikan pula. Dengan banyaknya teman-teman di organisasi, kami berusaha untuk saling menjaga dan saling membantu”.
CENGKARENG.INFO sekilas teringat akan film serial televisi 1987-1990 21Jumpstreet yang dibintangi Johnny Depp, yang mengisakan sekelompok orang berperan bersama polisi mencegah kriminalitas. ”Selamat berjuang Pak Heri. Semoga kontribusi Bapak di masyarakat bisa menjadi inspirasi kita semua”.
Contact :
Bp. Heri, Jl Raya Kamal No.1E RT 11/9 Tegal Alur Telp. 021 5550367 0818713847
| Comments |
|






