Dalam hidup ini ada sebagian orang yang beruntung dan ada pula yang tidak. Nasib buruk bisa menimpa siapapun. Tidak semua terlahir dan tumbuh dengan keluarga yang utuh serta memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Jangankan untuk biaya sekolah ke jenjang lebih tinggi, untuk bertahan hidup sehari-hari saja begitu sulit
Di wilayah kita terdapat beberapa panti-panti sosial yang fungsinya adalah sebagai wadah bagi orang-orang yang kurang beruntung untuk hidup dan berkembang. Panti jompo, rumah singgah, panti asuhan dan sebagainya ada di sekitar kita sebagai bagian dari komunitas warga Cengkareng.
Jika ada paradigma sebagian masyarakat bahwa mereka adalah lebih ke arah beban atau tanggungan pemerintah, maka persepsinya harus dibalik, bahwa jika mereka dapat memiliki kesempatan untuk menikmati pendidikan yang setara dengan orang mampu, potensi sumber daya manusia di Cengkareng ini akan bertambah baik. Jangan lupa, kemiskinan tidak bisa diobati dengan uang. Tapi dengan pendidikan! Jika dengan uang mereka hanya bisa bertahan dalam waktu sesaat, tapi dengan pendidikan mereka bisa bertahan untuk seumur hidup.
CENGKARENG.INFO singgah ke panti asuhan yang dikelola oleh yayasan Uswatun Hasanah yang berlokasi di Jl Cendrawasih 2, hanya beberapa puluh meter dari perempatan Cendrawasih - Ring Road. Di tempat ini terdapat gedung panti asuhan dan lembaga pendidikan Uswatun Hasanah, dari Taman Kanak-Kanak hingga SMU.
CENGKARENG.INFO diterima oleh ketua panti, Bapak Drs. Syarifuddin. Pria berusia 51 tahun kelahiran Nganjuk Jawa Timur ini sudah tinggal di Jakarta selama 11 tahun dan bertempat tinggal di belakang puskesmas tidak jauh dari panti asuhan. Pak Syarifuddin juga memiliki kios kecil di depan panti untuk berdagang makanan kecil dan keperluan sehari-hari.
Panti ini memiliki anggota sebanyak kurang lebih 50 orang dan berusia antara 6 sampai 18 tahun yang memiliki beragam latar belakang, ada yang berstatus yatim, piatu atau keduanya. Untuk menjadi anak asuh di panti asuhan ini harus memenuhi syarat seperti dokumen Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan sebagainya. Syarat yang terpenting adalah ingin belajar di sekolah. Ketua panti akan mempertemukan orang tua atau wali kepada pada yayasan dan pihak yayasan akan memutuskan. Umumnya jika tidak ada kendala, mereka diterima di tempat ini.
Penghuni panti asuhan ini bukan hanya datang dari wilayah Cengkareng saja, tetapi ada yang berasal dari Cirebon, Bogor bahkan Sumatera seperti Palembang dan Lampung. Meraka tidur dalam satu ruangan dengan beberapa tempat tidur seperti di asrama yang disumbangkan dari Dept Pajak. Fasilitas di tempat ini, walau sederhana tapi sudah memiliki perpustakaan dan ruang Lab Komputer dengan yang berisi 10 unit PC. Pesawat televisi dan radio juga sudah tersedia.
Panti ini sudah lumayan dikenal dari kalangan media televisi. Sebut saja perusahaan televisi lokal seperti RCTI, Global TV, Indosiar sudah sering mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam acaranya. Buka puasa bersama, pergi ke Pekan Raya Jakarta, hingga ketika Pak Harto Presiden RI kedua ulang tahun pun mereka pernah diundang. Lukisan potret diri presenter kondang Tantowi Yahya berbusana Country terpampang di dalam ruangan utama. Lukisan itu diberikan sebagai kenang-kenangan ketika anak-anak panti asuhan diundang ke acaranya di televisi.
Panti asuhan yang sudah berdiri sejak 1985 ini memiliki gedung yang dibangun secara bertahap. Rencananya akan dibangun menjadi 3 lantai. Berhubung terbatasnya anggaran, satu lantai saja bisa menghabiskan waktu hingga 2 tahun untuk membangun. Gedung ini persis bersebelahan dengan sekolah tempat mereka belajar.
Jejang sekolah yang terdapat di gedung ini adalah MI, SMP, hingga SMU yang bernama SMA Nasional Nusantara yang saat ini menggunakan 3 kelas. Jumlah total siswa di gedung yang saling berbagi kelas antar jenjang ini adalah kurang lebih sekitar 300 siswa.
Sekolah Uswatun Hasanah pada saat CENGKARENG.INFO berkunjung pada saat tim pendidik sedang sibuk-sibuknya mengurusi penerimaan siswa baru. Uang pendaftarannya hanya sebesar Rp30.000,- dengan biaya sekolah perbulan Rp60.000,- untuk SMP dan Rp95.000,- untuk jenjang SMU. Madrasah Ibtidayah sendiri memungut hanya Rp20.000,- perbulan kepada siswanya. Terlepas dari kualitas dan fasilitas pendidikan, Anda bisa membandingkan dengan sekolah swasta lain di Jakarta dimana biaya pendidikannya sebesar Rp4 juta perbulannya. Bagaimana dengan anak- anak panti asuhan? Mereka bersekolah di Uswatun Hasanah ini tanpa biaya.
Kegiatan-kegiatan anak-anak panti asuhan tidak hanya mengaji atau Haddrah, tetapi juga bermain band. Tidak jarang jika ada kegiatan keagamaan atau syukuran mereka diundang. Uang yang diterima dari pemberian penyelenggara syukuran, ditabung oleh mereka.
Uniknya walau panti ini bernuansa islami, para donatur dari tempat ini adalah kebanyakan dari masyarakat non-muslim. Komunitas budha pun pernah beberapa kali menyumbang. Terlepas dari agama, warga keturunan Tionghoa dan Indiapun sering berpartisipasi. Jika terlihat hubungan yang harmonis seperti ini, alangkah indahnya dunia!
Panti asuhan yang yayasannya diketuai oleh Drs. Mohammad Sidiq, spd ini juga membawahi komunitas para masyarakat berusia lanjut usia atau lansia. Nama komunitas ini adalah Pusaka 67. Adapun kegiatan yang diselenggarakan secara rutin adalah pembagian sembako pada setiap akhir bulan. Komunitas yang beranggotakan sebanyak 104 orang lansia ini adalah lansia yang kurang mampu dan sering berkumpul di dalam pengajian. Panti ini terbuka bagi masyarakat Cengakreng atau para donatur yang ingin menyumbang dengan menghubungi Ketua panti asuhan atau pihak yayasan.
Semoga dengan eksistensi panti asuhan ini di sekitar kita bisa mengurangi jurang perbedaan antara mereka yang beruntung dan yang tidak.
| Sekolah yang lokasinya bersebelahan dengan gedung Panti Asuhan | |
![]() | Lukisan pemberian dari Tantowi Yahya |
Contact: Bp Drs Syarifuddin
Panti asuhan Uswatun Hasanah Jl Cendrawasih 2 no.1 Cengkareng
(021) 5457149
| Comments |
|













