Hari kamis 25 oktober 2007 kemarin, penggemar musik rock khususnya thrash metal telah kedatangan lagi supergrup legendaris kelas dunia, Megadeth. Sebenarnya mereka pernah tampil di Indonesia pada 31 Juli 2001di kota Medan untuk promo tour album baru mereka saat itu "World need a hero".
Mereka tidak tampil di Singapura dan Malaysia sehingga saat itu fans dari negeri tetangga berdatangan ke kota Medan. Megadeth juga tampil di depan publik Singapura pada hari sabtu 27 Oktober 2007.
Grup musik metal legendaris yang digawangi oleh mantan gitaris Metallica ini memiliki formasi baru yang sama dengan formasi di album terakhir mereka United Abominations. Dave Mustaine (vokal/gitar) sebagai leader mengajak beergabung James Lomenzo, mantan bassist grup White Lion dan Glen Drovers (gitar) serta Shwan Drovers (drum). Mereka berada di Jakarta terkait konser dunia meraka yang bertajuk United Abominations Tour of Duty 2007.
 | Pintu masuk menuju tenis outdoor senayan beberapa jam sebelum konser. Udara lembab pasca hujan masih terasa. Para fans terlihat sudah ada yang datang menunggu. |
 | Sebagian kecil fans yang datang lebih awal untuk menonton konser Megadeth yang ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lalu. Jika penonton di Medan tahun 2001 silam mencapai 40 ribu penonton, di Jakarta jauh lebih sedikit. Mungkin karena faktor harga tiket yang cukup tinggi, yaitu Rp200 ribu untuk kelas festival, 250 ribu untuk VIP dan Rp350 ribu untuk VVIP. Berbeda dengan di Medan yang tiketnya hanya 35 ribu dan 50 ribu saja. |
 | Para petugas diturunkan untuk bersiaga mengamankan jalannya pertunjukkan |
 | Petugas diturunkan dari beberapa truk di muka gerbang masuk |
 | Para fans antri dengan tertib untuk memasuki gerbang. Check body untuk memastikan penonton tidak membawa senjata tajam. Minuman di dalam botol plastik pun dilarang untuk dibawa masuk. |
 | Dave dan kawan-kawan membuat para headbangers takjub dengan permainan gitar solo dari Dave dan Glen yang sangat cepat. Banyak yang fans yang mencoba untuk membandingkan permainan Glen dengan gitaris legendaris Megadeth terdahulu, Marty Friedman dan sedikit kecewa, tetapi di konser ini CENGKARENG.INFO melihat Glen bisa membawa diri. |
 | Lagu lagu lawas seperti Peace sells, In My darkest hour, Holy wars, Skin o' my theeth, A Tout le monde, Trust, Sleepwalker, Symphony of destruction dan lain-lain mengalun merdu dan mantap selain lagu-lagu baru dari album terakhir mereka. Ada di satu lagu Dave memegang kepala dengan kedua tangan dan bernyanyi "pusing!...."pusing!....". |
 | Teknik lighting yang baik sayangnya tidak diimbangi dengan sound-nya. Di beberapa lagu vokal Dave terasa terlalu menggema dan 'mendem' dan suara gitrar Glen kadang lebih keras dibanding Dave. Tapi dasar anak metal, fans tidak begitu peduli. Yang penting mereka enjoy dengan kepala mengangguk-angguk sambil teriak-teriak diiringi musik. Yeah!! |
 | Permainan drumer kebot Shawn dan bass Lomenzo tidak kalah asik. Lomenzo yang atraktif sering lari-lari membantu aksi panggung grup metal ini. Memang susah untuk aksi panggung jika tiga kerjaan diambil jadi satu oleh si Gondrong berponi, Dave Mustaine. Rhytm, lead dan nyanyi dibawakannya dengan rapi. Megadeth Rules!! |
 | Dave Mustaine (paling kanan) ketika masih sebagai gitaris Metallica. Dari ki-ka: Cliff Burton (Bass), Lars Ulrich (drum) dan James Hetfield(Vokal/gitar) dan Dave. |
 | Dave Mustaine (kedua dari kiri) di formasi album United Abominations |
Berhubung beberapa faktor seperti harga tiket cukup tinggi, Fans yang sudah tidak ABG lagi dan jumlah penonton tidak begitu banyak, pertunjukan musik keras Thrash Metal ini berjalan dengan sangat tertib. Berbeda dengan pertunjukan grup band lokal anak muda yang bisa mengakibatkan beberapa orang kehilangan nyawa atau bocor kepala karena timpukan batu atau botol.
Sejak dipecat dari Metallica, Dave Mustaine memang memiliki dendam pribadi untuk bersaing. Hingga saat ini, ternyata Megadeth masih punya gigi.