Yves Rossy, baru-baru ini telah berhasil melekukan sesuatu hal yang sangat bersejarah dalam dunia penerbangan. Dia terbang di angkasa hanya dengan sepasang sayap. Rossy pada awalnya menjadi terkenal pada tahun 2003 ketika dia mencoba terbang sepanjang 12 kilometer dari ketinggian 3000 meter, melompat dari pesawat dengan mengenakan sayap yang terbuat dari carbon fibre selebar tiga meter
Mantan pilot militer berusia 45 tahun yang menerbangkan pesawat Airbus dari Swissair ini menghabiskan lima tahun untuk membangun sayap dan membaik ketika dia menambahkan dua mesin jet berbahan bakar minyak tanah ke desain awalnya untuk dapat terbang seperti burung : terbang secara horizontal
Pada pukul 7:30 malam tanggal 24 June 2004 Rossy turun dari 4000 meter di lapangan udara Yverdon. setelah membuka sayap, dia terbang sepanajang 2500 meter, menyalakan mesinnya dan menunggu 30 detik untuk dapat stabil. Pada ketinggian 16 meter, dia bisa terbang secara horizontal selama 4 menit pada kecepatan 100 knots (115 mph).
"Benar-benar menyenangkan ; kebebasan di tiga dimensi. Rasanya seperti burung." Cerita Rossi tentang pengalaman terbangnya. Seperti Buzz Lightyear dari film Toy Story dimana dia bisa membumbung di angaksa dengan kecepatan 180km/h. Untuk menyempurnakan performance, sayap aerodinamiknya di-improve dan lebar ditambah menjadi 3 meter.
Rossy juga telah merencanakan untuk mencoba kembali alat buatannya untuk melintasi Selat Inggris tahun ini. Bahkan ia berharap suatu saat dapat terbang di atas Grand Canyon dengan sayap lebih lebar dan mesin jet lebih besar.
Coba bayangkan kalau alat seperti ini ada di tengah-tengah kita. terbang seperti Iron Man. Mantap! gak kenal macet. Jika mesin jet mati ketika terbang, tinggal tarik tali parasut.
| Comments |
|



