Dua bangunan gudang di Jalan Waru Raya No 26-27 RW 09 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dibongkar paksa aparat Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (Sudin P2B) setempat, Kamis (24/4). Sebab, gudang tersebut menyalahi perizinan.
"Pemilik menyalahi perizinan. Izin yang dikantongi adalah rumah tinggal, sementara yang didirikan adalah gudang," tegas Kepala Seksi Penertiban Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Jakarta Barat, Prabowo Basuki saat memimpin jalannya eksekusi.
Pembongkaran bangunan gudang yang berdiri di atas lahan sekitar 864 meter persegi itu sempat menjadi tontonan gratis warga dan pengguna jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di sepanjang jalan itu mengalami kemacetan yang cukup parah.
Sebelum dilakukan pembongkaran, kata Prabowo, Sudin P2B telah melayangkan surat pemberitahuan perintah pekerjaan pembangunan (SP4) dalam waktu 3X24 jam dan surat segel dengan batas waktu yang sama, kemudian surat perintah bongkar (SPB) selama 7X24 jam.
"Mereka diberikan waktu selama seminggu untuk membongkar bangunannya sendiri. Namun karena sampai batas waktu yang ditentukan tidak juga dilaksanakan, terpaksa kami bongkar," ungkapnya.
Saat eksekusi berlangsung, buruh bangunan hanya bisa pasrah melihat gudang tersebut dihancurkan puluhan petugas dengan peralatan lengkap termasuk mesin bertangan baja. Sementara pemilik bangunan berinisial HK tidak berada di lokasi.
"Saya bingung Pak, mana belum gajian bangunan sudah dibongkar," kata Rudi (25) tahun warga asal Purwokerto Jawa Barat. "Mau pulang kampung belum ada uang," keluh Rudi bersama puluhan teman-teman pekerja lainnya.
Jakbar Paling Banyak Pelanggaran
Wakil Kepala Dinas P2B Jakarta, Djangga Lubis yang baru saja dilantik mengatakan, bangunan yang paling banyak melanggar ada di wilayah Jakarta Barat. "Di Jakarta Barat paling banyak pelanggaran, dan kita akan tertibkan,” ucapnya.
Mantan Kepala Sudin P2B Jakarta Barat ini mengatakan, meski telah bertugas di tingkat dinas dirinya tetap akan memantau perkembangan pembangunan di Jakarta Barat. "Sekarang ini saya dengar banyak yang senang kepindahan tugas saya dari wilayah Jakarta Barat. Tapi jangan salah, saya tetap akan memantau dan membongkar bangunan yang bermasalah," tukasnya.
Penulis: udin
Sumber: sahruddin
| Comments |
|



