Ketegangan antara ratusan pengemudi mobil angkutan umum plat kuning dan omprengan liar plat hitam berlanjut. Setelah sehari sebelumnya mereka saling sweeping dan mogok beroperasi, pada Jumat (16/5) kedua kubu terlibat bentrok.Dalam kejadian yang berlangsung di depan Terminal Kalideres, massa membekali diri dengan batu dan balok kayu.
Beruntung aparat kepolisian dengan sigap mengamankan situasi dengan mengeluarkan tembakan peringatan sehingga bentrok fisik dapat dihindarkan. "Kalau petugas tidak mampu mencegah omprengan plat hitam beroperasi, kami yang akan mencegah sendiri," kata salah seorang supir mobil plat kuning sambil memegang balok kayu. Para sopir plat kuning terlihat sangat kecewa pada aparat karena persoalan yang sudah lama berlangsung itu tidak kunjung bisa diatasi.
Dalam kejadian itu satu omprengan Isuzu Elf warna abu-abu bernomor polisi B7670 IP yang nekat beroperasi dari arah Tangerang ke Terminal Kalideres dirusak massa. Sebelumnya, seluruh penumpang dipaksa turun saat mendekati terminal. Setidaknya bagian samping dilempar batu dan bagian kaca depan hancur berantakan. Namun kerusakan lebih lanjut dapat dicegah setelah polisi turun tangan.
Aktivitas terminal sempat terganggu selama tiga jam, namun pada pukul 15.00 WIB dapat kembali normal setelah masa dari kubu mobil omprengan di giring kearah Tangerang, dan massa mobil plat kuning membubarkan diri.
Kasad Lantas Polrestro Jakbar, Kompol Mudjiono mengatakan, bahwa kendaraan yang dirusak telah diamankan, namun hingga saat ini belum satu pun pelaku yang ditahan. "Kami telah mengamankan mobil yang rusak sebagai barang bukti, namun belum ada yang ditahan," katanya.
Jairudin (34), salah seorang pengemudi omprengan mengatakan jika mereka sama-sama cari makan, dan omprengan plat hitam juga sudah jauh lebih lama beroperasi daripada plat kuning, jadi nggak adil jika mereka dilarang. "Kami tidak terima kalau mereka main sweeping, kita kan sama-sama cari makan," ungkapnya.
Selain itu Jairudin berharap kepada pihak terkait agar plat hitam segera disahkan dan dirubah jadi plat kuning agar mereka tidak dilarang lagi untuk cari makan. Akibat mogok antara kedua angkutan tersebut para penumpang juga terlihat kembali telantar dan menumpuk di halte-halte sepanjang Kalideres hingga Pesing.
Penulis: agus
Sumber: purwoko
| Comments |
|



