Disperindag :Stok Sembako Aman, Harga Stabil

E-mail Print PDF

Menjelang kenaikan harga BBM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan stok sembilan bahan pokok (sembako) di Jakarta aman sampai satu bulan ke depan. Untuk harga juga tidak ada perubahan, hanya beberapa jenis beras yang mengalami kenaikan seperti IR 64 I naik 1,74 persen, IR 64 II naik 3,82 persen, dan IR 64 III naik 6,46 persen. ( Perdagangan - Kamis, 15/05/2008 09:59 )

Untuk beras jenis IR 64 I sebelumnya dijual Rp 5.750 per kilo kini Rp 5.850 per kilo, sedangkan jenis IR 64 II dari Rp 5.200 menjadi Rp 5.400 per kilo, kemudian untuk beras jenis IR 64 III dari Rp 4.650 menjadi Rp 5.000 per kilo. Persediaan beras juga cukup untuk 42 hari ke depan. Saat ini persediaan mencapai 107.131 ton sedangkan konsumsi sehari hanya 2.500 ton. Pemasukan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang sendiri mencapai 2.800 ton per hari.

Beberapa jenis sembako juga tidak mengalami kenaikan harga, seperti gula pasir seharga Rp 6.800 per kilo sedangkan persediaan mencapai 15.338 ton atau cukup untuk 29 hari ke depan. Minyak goreng stabil Rp 11.500 per kilo dan persediaan mencapai 18.200 ton. "Persediaan ini cukup untuk 47 hari ke depan karena kebutuhan masyarakat hanya 380 ton per hari," terang Ade Soeharsono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta, Rabu (14/5).

Perkembangan harga daging juga tidak mengalami perubahan, misalnya saja daging sapi segar Rp 55.000 per kilo, daging sapi beku Rp 48.000 per kilo, dan daging ayam boiler Rp 21.000 per ekor. Persediaannya juga cukup sampai tujuh hari ke depan. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pemerintah memiliki persediaan sapi hidup sebanyak 1.780 ekor setara 3.026 ton, ayam hidup 140 ribu ekor setara 160 ton, dan daging sapi beku 500 ton.

Harga telor yang beberapa waktu lalu sempat naik, kini mulai mengalami penurunan sekitar Rp 1.000 per kilogram. Sebelumnya, di tingkat pengecer harganya mencapai Rp 13.000 kini turun menjadi Rp 12.000. Sedangkan telor ayam kampung dan itik tetap sama yakni Rp 1.100 per butir untuk ayam kampung dan Rp 1.300 per butir untuk telor bebek. Masyarakat juga tak perlu panik karena persediaan telor ayam mencapai 19.206 ton sedangkan konsumsi per hari hanya 490 ton sehingga stok cukup sampai 39 hari ke depan.

Kenaikan harga terjadi pada produk sayuran seperti cabai merah yang sebelumnya seharga Rp 14.000 kini menjadi Rp 18.000 per kilo. Sedangkan cabai rawit merah turun harga dari Rp 32.000 menjadi Rp 20.000 per kilo. Meski tidak memiliki persediaan, masyarakat tak perlu khawatir karena yang masuk ke sentra sayurmayur Pasar Induk Kramatjati mencapai 275 ton per hari. "Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan menjelang kenaikan harga BBM. Kami sudah mengantisipasinya," pungkasnya

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 20 May 2008 18:29 )  
Banner