Meski sudah berulangkali diprotes warga Cengkareng, namun hingga kini usaha pencucian pakaian tetap membuang limbahnya ke saluran air warga. Akibatnya, bau menyengat menghinggapi lingkungan warga di RT 05/06 Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Bahkan tak sedikit warga yang menderita gatal-gatal akibat limpasan air limbah tersebut.
Ironisnya, Lurah Cengkareng Barat seperti menutup mata terhadap penderitaan warganya, meski pihak kelurahan sempat berjanji akan menelusuri langsung kasus ini dan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta Barat.
Nada pesimis dikatakan Nazir (45), warga Jl Cendrawasih V RT 05/06 Cengkareng Barat. Menurutnya, pencemaran tersebut telah berlangsung sejak dua tahun lalu tanpa ada solusi. Keluhan warga juga sudah disampaikan ke kelurahan melalui Ketua RW setempat. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan jelas dari aparatur kelurahan.
"Kami yang paling menderita terhadap kegiatan usaha pencucian pakaian tersebut," tegasnya, Kamis (15/5). Kenapa lurah tidak cepat tanggap terhadap keluhan warganya. "Apa kami harus bertindak kasar dengan menutup paksa tempat tersebut baru lurah mau mendengar," ancamnya.
Pantauan beritajakarta.com Kamis (15/5), saluran air yang melintasi lingkungan warga menjadi berwarna hitam pekat dan bercampur serat-serat kain sehingga menyebabkan tersumbatnya saluran air. Air got yang mengalir juga terasa panas, ini dapat terlihat dari uap panas di sepanjang saluran air tersebut. Bahkan kulit menjadi iritasi dan gatal-gatal jika terkena limpasan air di saluran tersebut.
Saat pemilik usaha pencucuian pakaian ´Laundry Levis´ akan dimintai konfirmasinya, sang pemilik tidak berada ditempat dan hanya ada seorang penjaga bernama Asep. Dari Asep diperoleh keterangan, jika perusahan pencucian pakaian tersebut telah beroperasi selama dua tahun. Usaha yang bergerak dibidang mencuci pakaian bekas untuk dijual kembali ini memiliki delapan karyawan.
Namun Asep langsung bungkam ketika disinggung limbah yang mencemari saluran air. "Pimpinan saya nggak ada ditempat, jadi tidak berani memberi keterangan," katanya.
Anehnya, Lurah Cengkareng Barat, Djoko Warsongko, mengaku belum pernah menerima laporan warga terkait pencemaran limbah di saluran air Jl Cendrawasih V. Namun dia berjanji akan melakukan pengecekan di lapangan. "Saya akan cek kebenarannya. Jika benar, kami langsung berkoordinasi dengan BPLHD untuk mengambil tindakan," janji Djoko.
Penulis: agus
Sumber: purwoko
| Comments |
|



