Kita mungkin sudah sering mendengar istilah Go Public pada bagian berita keuangan atau finansial di media televisi atau di koran-koran. Menurut buku panduan Klinik GO Public dan Investasi dari Bursa Efek Jakarta, pengertian Go Public adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjual sahamnya kepada masyarakat luas, berdasarkan tata cara yang diatur oleh undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Dalam bahasa Indonesia yang baku, arti dari Go Public adalah penawaran umum.
Suatu perusahaan memilih Go Public karena berbagai alasan. Pada umumnya para pemilik perusahaan melihat ada beberapa keuntungan yang didapat apabila perusahaan tadi menjual sahamnya ke masyarakat. Keuntungan yang didapat antara lain, perusahaan dapat menerima dana yang besar langsung sekaligus, tidak bertahap. Keuntungan kedua adalah masyarakat yang memasukkan penyertaan atau kepemilikan biasanya tidak berminat untuk masuk ke dalam manajemen, sehingga kepentingan mayoritas pemilik perusahaan bisa berjalan stabil dan terkendali. Keuntungan ketiga adalah pembagian deviden berdasarkan keuntungan. Jika perusahaan mencetak laba, baru deviden dibagikan, jika tidak, perusahaan tidak wajib membagikannya. Keuntungan keempat adalah gengsi. Perusahaan yang Go Public memiliki tingkat prestisius yang tinggi dimata masyarakat luas karena perusahaan Go Public dituntut untuk bersikap lebih transparan sehingga berkesan lebih profesional.
Pada hari Jumat tanggal 22 juni 2007 di Bursa Efek Jakarta, dilangsungkan penjualan saham di lantai bursa dari PT Media Nusantara Citra Tbk atau sering disebut inisialnya yaitu MNC. Huruf Tbk dibelakang nama perusahaan artinya adalah perusahaan ini adalah perusahaan terbuka, yaitu terbuka sahamnya untuk dimiliki masyarakat luas. Perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi di bidang multimedia ini menjual sebanyak empat milyar seratus dua puluh limajuta lembar saham ke masyarakat. Perdagangan pada tanggal 22 juni 2007 adalah perdagangan di pasar sekunder, artinya, jika investor tertarik untuk membeli, mereka harus membelinya lewat bursa.
Mungkin masyarakat Cengkareng belum ada yang mengenal perusahaan ini. PT MNC membawahi empat bidang usaha, yaitu broadcasting media, print media, radio dan online media. MNC melalui usaha broadcasting media ini memiliki saham RCTI sebanyak 100%, Global TV sebanyak 100% dan TPI sebanyak 75%.
Seperti kita ketahui, RCTI, stasiun televisi yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk ini memiliki salah satu program andalan, yaitu Indonesian Idol. Ini menjawab mengapa seringkali di televisi para kontestan Indonesian Idol berbagi pentas panggung dengan para kontestan penyanyi dangdut KDI milik TPI.
Selain di bidang broadcast, MNC juga menguasai media cetak dari PT MNI dan PT MNI Global. PT MNI adalah perusahaan yang beroperasi sebagai koran Media Indonesia dan PT MNI global menjalankan bisnis tabloid dengan nama yang tidak asing lagi di telinga, yaitu Genie, Mom&Kiddie dan Realita. Sedangkan di bidang radio, MNC network membawahi radio Trijaya, radio dangdut TPI, radio ARH dan Women Radio. MNC juga memiliki bisnis online media yaitu okezone.com.
PT MNC memiliki saudara, artinya Global Mediacom tbk sebagai induk perusahaan dari MNC, juga memiliki beberapa anak perusahaan lain dengan nama yang tidak asing di telinga. Anda pasti kenal mobile-8 dengan Fren-nya dan televisi berlangganan Indovision
Mereka beroperasi dalam induk perusahaan yang sama. Global Mediacom sendiri awalnya adalah perusahaan yang lagi-lagi tidak asing di telinga, yaitu Bimantara Tbk yang identik dengan putra mantan presiden RI Bambang Trihatmodjo dimana saat ini beliau menjabat sebagai komisaris. Perusahaan yang kini dipimpin oleh Bos Bhakti Investama, Tanoesoedibjo mencoba peruntungannya di lantai bursa.
Semoga sekilas informasi tentang Go Public dan MNC dapat menambah wawasan
Disclaimer: informasi yang terdapat pada berita ini adalah hanya untuk tujuan informasi umum. Cengkareng.info tidak mewakili badan usaha apapun dan tidak mengeluarkan rekomendasi apapun yang menyangkut keputusan apapun untuk berinvestasi.
| Comments |
|



